Wednesday, February 20, 2008

Pramuka Riwayatmu Kini


Ketika kita mendengar kata Pramuka, bayangan kita langsung tertuju pada setiap orang yang memakai baju coklat muda dan celana/rok coklat tua dengan stangen leher (handsduk) warna merah putih dengan dilengkapi tutup kepala. Sangat jarang di antara kita yang ketika mendengar kata pramuka akan langsung terbayang satu-satunya organisasi kepanduan di Indonesia.

Pendapat kebanyakan orang yang bisa kita temukan adalah bahwa pramuka identik dengan kegiatan di alam, kemah, dll. Pandangan kurang baiknya adalah bahwa pramuka identik dengan kegiatan menyanyi dan tepuk tangan layaknya anak-anak TK. Kedua pandangan tersebut tidaklah salah karena memang hal itu memang benar-benar terjadi.

Dilihat dari sejarah singkatnya, organisasi kepanduan Pramuka diresmikan pada tahun 1960an dan merupakan satu-satunya gerakan kepanduan yang diakui di Indonesia. Pramuka sebenarnya kependekan dari PRAja MUda KArana yang secara harfiah bisa diartikan sebagai rakyat muda yang berkarya. Dalam organisasi Pramukan tentu saja ada berbagai sistem dan aturan yang berlaku. Untuk lebih jelasnya liat sendiri ja di AD/ART dan peraturan-peraturan tentang kepramukaan.

Lain dulu lain sekarang. Mungkin itu ungkapan yang tepat untuk gerakan kepanduan ini. Dulu, gerakan ini bisa dianggap berhasil dalam membentuk watak para generasi muda melalui pendidikan kepanduan yang ada, dari tingkat Siaga hingga pandega. Tak heran, banyak orang yang aktif di organisasi ini pada akhirnya menjadi orang yang berhasil. Mengapa? Hal ini karena pramuka mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai kehidupan (dalam artian bagaimana kita bisa hidup di masyarakat dan bagaimana kita harus bertingkah laku di dalam masyarakat) yang tidak diterima di jalur pendidikan formal (sekolah).

Sehingga tak diragukan lagi bahwa orang-orang yang aktif di dalam gerakan kepanduan ini memiliki social intelligence yang bagus. Hasilnya, mereka bisa berhasil dalam pergaulan di masyarakat.

Itu dulu, bagaimana dengan sekarang? Apakah pramuka masih bisa memberikan pelajaran hidup yang berharga bagi para anggotanya? Sekarang kita mungkin menyangsikan hal itu. Saat ini Pramuka lebih cenderung dilihat sebagai organisasi dengan kegiatan yang hanya nyanyi-nyanyi dan tepuk tangan saja, tak jauh beda dengan anak-anak TK.

Dibeberapa sekolah, Pramuka hanyalah sebuah ekstrakurikuler yang keberadaannya hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban saja. Buktinya, banyak kegiatan pramuka di sekolah yang tidak dikelola dengan baik. Banyak Pembina pramuka yang sebenarnya tidak tahu betul apa itu pramuka. Hal itu wajar karena para pembina tersebut kebanyakan belum pernah mengikuti Kursus Pembina.

Ditinjau dari kepengurusan Dewan Kerja, beberapa atau mungkin banyak anggota dewan kerja, baik dari tingkat nasional bahkan sampai tingkat gugus depan, yang tidak mengetahui fungsi dan tugas dewan kerja. Tak heran jika kita menemukan anggota dewan kerja yang tidak memenuhi persyaratan. Contoh sederhananya, banyak kita temui anggota dewan kerja di tingkat gugus depan yang tidak mengetahui perbedaan antara Ketua Dewan Ambalan (di tingkat Penegak) dan Pradana. Kedua posisi tersebut sebenarnya mempunyai fungsi yang berbeda, walaupun pada kenyataannya yang menjabat satu orang (mirip dengan jabatan Rektor dan Ketua Senat yang pada beberapa perguruan tinggi dijabat oleh satu orang).

Sebagai penutup, dulu banyak orang yang bangga dengan menjadi anggota gerakan Pramuka. Bangga memakai pakaian pramuka lengkap dengan atribut-nya. Namun sekarang, justru banyak orang yang merasa malu memakai pakaian pramuka lengkap. Tugas dari para Pengurus gerakan Pramuka adalah bagaimana mengembalikan rasa bangga terhadap pramuka ini. Mengenai bagaimana caranya, seorang pramuka sejati pasti bisa menemukan jalannya.

0 komentar: